
PKS Partai Keadilan Sejahtera Menuju Pemilu 2009
TrenDi: Artis Baru (Pilkada) Kota Bandung
Kampanye Trendi KreatifAda yang menarik dari Pilkada kota Bandung, Jawa Barat. Tepatnya dari salah satu pasangan calon Walikota Bandung.
Lihat saja poster di samping itu.
Ya, itulah salah satu gaya kampanye yang dilakukan oleh pasangan Taufikurahman-Deni Triesnahadi atau yang bisa digaungkan dengan nama “Trendi“.
Atraktif? Tentu saja!
Coba bandingkan dengan gaya kampanye yang ada selama ini. Monoton!
Dengan poster layaknya sampul sebuah majalah atau iklan film yang hendak tampil di layar lebar ini, kita disuguhkan oleh sebuah media kampanye yang ‘hidup’.
Maka wajar kalau pasangan yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera ini mengusung tema “Bandung yang Kreatif, Nyaman dan Sejahtera”. Penegasannya ada pada kata ‘Kreatif’.
Tanpa bermaksud menjadi juru kampanye yang bersangkutan, saya hanya merasa perlu mengacungkan kedua jempol saya untuk kreatifitas pasangan TrenDi dan tim suksesnya ini :topOK:
Inovasi mereka pada media kampanye politik benar-benar memberikan hiburan tersendiri di tengah rasa pesimistis rakyat Indonesia menyaksikan keruhnya dunia perpolitikan Indonesia.
Selaku kaum muda, saya pun merasa sangat terhibur dengan poster-poster seperti itu. Gaya, gaul, dan gokil abizz barangkali itulah ucapan yang paling tepat. Benar-benar “anak muda bangeet..!”
Bahkan, menurut ketua DPD PKS Kota Bandung, Haru Suandharu, dalam situs www.taufikkurahman.com sebagaimana dikutip dari DetikBandung, tim sukses ingin menjadikan pasangan ini sebagai artis utamanya dalam kampanye. Artinya tidak ada artis (yang benar-benar berprofesi sebagai artis) yang akan terjun sebagai juru kampanye “Ini kampanye murah dan tidak perlu artis. Kita tidak punya duit untuk bayar artis. Biar Trendi saja yang jadi artis. Nanti yang dicoblos kan bukan artisnya, melainkan Trendi.“
Lagi-lagi gebrakan yang luar biasa. Di tengah “perang artis” dalam kampanye-kampanye yang dilakukan banyak partai, PKS Bandung justru ingin menciptakan artis dari kalangan politisi itu sendiri. Tentu saja, artis untuk dunia politik, bukan sinetron.
Maka, kalau hal ini kemudian sukses menjadi trend setter dan diikuti oleh partai-partai lain, bukan hal yang mustahil kita akan melihat sebuah entertainment yang menjadi sub-ordinat dunia politik Indonesia.
Politik Indonesia akan semakin menarik, berwarna, atraktif, dan tentu saja lebih hidup. Barangkali kita tidak akan lagi langsung memindahkan/mematikan channel TV ketika muncul berita-berita politik dan mengikuti dengan antusias dialog-dialog politik layaknya menikmati sebuah pertandingan sepakbola. Ya, kita akan menikmati semua itu seperti menonton infotainment.
Untuk mewujudkan itu semua, mungkin sekaranglah saatnya kita menyingkirkan politikus bertampang seram, bertubuh tambun sehingga kalau kemana-mana harus dipapah/dituntun ajudannya dan non-fotogenik dengan politikus cantik, tampan, enerjik dan fotogenik layaknya artis-artis sinetron dan layar lebar. Tentu tanpa mengurangi kapabilitasnya sebagai policy maker yang handal.
TrenDi: Artis Baru (Pilkada) Kota Bandung
Kampanye Trendi KreatifAda yang menarik dari Pilkada kota Bandung, Jawa Barat. Tepatnya dari salah satu pasangan calon Walikota Bandung.
Lihat saja poster di samping itu.
Ya, itulah salah satu gaya kampanye yang dilakukan oleh pasangan Taufikurahman-Deni Triesnahadi atau yang bisa digaungkan dengan nama “Trendi“.
Atraktif? Tentu saja!
Coba bandingkan dengan gaya kampanye yang ada selama ini. Monoton!
Dengan poster layaknya sampul sebuah majalah atau iklan film yang hendak tampil di layar lebar ini, kita disuguhkan oleh sebuah media kampanye yang ‘hidup’.
Maka wajar kalau pasangan yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera ini mengusung tema “Bandung yang Kreatif, Nyaman dan Sejahtera”. Penegasannya ada pada kata ‘Kreatif’.
Tanpa bermaksud menjadi juru kampanye yang bersangkutan, saya hanya merasa perlu mengacungkan kedua jempol saya untuk kreatifitas pasangan TrenDi dan tim suksesnya ini :topOK:
Inovasi mereka pada media kampanye politik benar-benar memberikan hiburan tersendiri di tengah rasa pesimistis rakyat Indonesia menyaksikan keruhnya dunia perpolitikan Indonesia.
Selaku kaum muda, saya pun merasa sangat terhibur dengan poster-poster seperti itu. Gaya, gaul, dan gokil abizz barangkali itulah ucapan yang paling tepat. Benar-benar “anak muda bangeet..!”
Bahkan, menurut ketua DPD PKS Kota Bandung, Haru Suandharu, dalam situs www.taufikkurahman.com sebagaimana dikutip dari DetikBandung, tim sukses ingin menjadikan pasangan ini sebagai artis utamanya dalam kampanye. Artinya tidak ada artis (yang benar-benar berprofesi sebagai artis) yang akan terjun sebagai juru kampanye “Ini kampanye murah dan tidak perlu artis. Kita tidak punya duit untuk bayar artis. Biar Trendi saja yang jadi artis. Nanti yang dicoblos kan bukan artisnya, melainkan Trendi.“
Lagi-lagi gebrakan yang luar biasa. Di tengah “perang artis” dalam kampanye-kampanye yang dilakukan banyak partai, PKS Bandung justru ingin menciptakan artis dari kalangan politisi itu sendiri. Tentu saja, artis untuk dunia politik, bukan sinetron.
Maka, kalau hal ini kemudian sukses menjadi trend setter dan diikuti oleh partai-partai lain, bukan hal yang mustahil kita akan melihat sebuah entertainment yang menjadi sub-ordinat dunia politik Indonesia.
Politik Indonesia akan semakin menarik, berwarna, atraktif, dan tentu saja lebih hidup. Barangkali kita tidak akan lagi langsung memindahkan/mematikan channel TV ketika muncul berita-berita politik dan mengikuti dengan antusias dialog-dialog politik layaknya menikmati sebuah pertandingan sepakbola. Ya, kita akan menikmati semua itu seperti menonton infotainment.
Untuk mewujudkan itu semua, mungkin sekaranglah saatnya kita menyingkirkan politikus bertampang seram, bertubuh tambun sehingga kalau kemana-mana harus dipapah/dituntun ajudannya dan non-fotogenik dengan politikus cantik, tampan, enerjik dan fotogenik layaknya artis-artis sinetron dan layar lebar. Tentu tanpa mengurangi kapabilitasnya sebagai policy maker yang handal.
2 komentar:
cuma mau mengingatkan untuk tidak menghilangkan tautan sumbernya :)
http://apadong.com/2008/07/28/trendi-artis-baru-pilkada-kota-bandung/
ehm,...
mungkin gaya kampanye Trendi bagus,...
tapi ternyata segmen yang ada di masyarakat yang seneng dengan gaya itu tidak banyak atau minoritas.
menurut saya mesin kader dan politiknya yang paling berperan penting, walaupun bukan faktor utama.
keep fight aja
Posting Komentar