Rabu, 10 September 2008

Buka Puasa Bersama Pekerja Kilang di Rawan

PKS Malaysia


"Politik adalah bagian dari ajaran Islam. Jangan batasi pengajian hanya sebagai tempat menambah ilmu tanpa memahami situasi politik nyata di sekitar kita," papar Ustadz Abu Aufa


PK-Sejahtera Online: Bulan puasa bukan alasan aktivitas kampanye menurun, justru makin membuat bertambah semangat. Hal ini yang dirasakan kader Partai Keadilan Sejahtera di Malaysia. Momen pengajian dan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh majlis ta'lim TKI hari Sabtu (6/9) kemarin di sebuah kilang di kawasan Rawang - sekitar 30 KM dari Kuala Lumpur ke arah Ipoh.

"Politik adalah bagian dari ajaran Islam. Jangan batasi pengajian hanya sebagai tempat menambah ilmu tanpa memahami situasi politik nyata di sekitar kita," papar Ustadz Abu Aufa ketika menyampaikan materi Syumuliyatul Islam. Selama lebih dari setengah jam hadirin dijelaskan makna Islam yang utuh sebagai Ad-Din (way of life) dan bukan agama yang terbatas sisi ruhani dan ritual semata.

Berangkat dari kediaman Pak Ambang, salah seorang kader PKS yang sudah menetap 20 tahun di Malaysia, team berjumlah 10 orang berkonvoi menggunakan tiga mobil selama kurang lebih satu jam perjalanan menempuh kawasan berbukit dan berkelok di UluYam. "Niat kita berkenalan dan silaturahim. Tempat yang jauh bukan masalah. Pahalanya kan jadi lebih besar," kata salah seorang kader sambil memperhatikan arah jalan agar tak tersesat.

Tempat yang dituju adalah sebuah rumah yg berada di belakang pabrik pemproses getah karet, Di sana sekitar 35 orang tenaga kerja Indonesia sudah menunggu. Dalam sessi perkenalan di awal acara, dapat diketahuai bawah para pekerja tersebut rata-rata bekerja selama 5 tahun dan mayoritas berasal dari Jawa Tengah. Terlihat raut muka mereka yg tersenyum senang dengan kehadiran para kader PKS dengan profesi yg beragam. Ada yg bekerja sebagai ekspatriat, mahasiswa, bahkan supir taksi (IC Merah).

Terletak di agak jauh dari pusat kota Rawang, tempat ini memang agak terpencil. "Saya jarang ke Kuala Lumpur. Jadi nggak tahu apa-apa berita di sana. Apalagi berita Indonesia," Kata seorang pekerja yang sudah 6 tahun bekerja di sini.

Selepas berbuka dan sholat maghrib berjamaah, dilanjutkan kembali dengan menanyangkan film dokumenter kondisi Indonesia serta profil PKS. Guritno, seorang mahasiswa jurusan sejarah di Universiti Malaya menjelaskan latar belakang berdirinya PKS. "Dengan pengajian kita bisa jadi orang baik. Tapi kurang membawa perubahan buat negara kita. Karena perubahan itu mesti juga mengubah kepemimpinan negara. Dan itu hanya melalui pemilu dengan memilih partai dan caleg yang bersih, peduli dan profesional." ujarnya.

"Mudah saja memilih partai yang tepat. Cari yang tidak pernah berpecah, tidak ada anggotanya yang terlibat korupsi, dan selalu melakukan aksi-aksi nyata di masyarakat." kata Mas Guritno menjawab pertanyaan hadirin.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sholat Isya & tarawih berjama'ah yg dipimpin oleh Ust. Ali. Selepas sholat Tarawih, makanan besar pun keluar dari dapur rumah pekerja tersebut.

Sambil menikmati hidangan yg merupakan hasil masakan para pekerja tersebut, para pekerja dengan tekun memperhatikan film-film kampanye PKS yg ditayangkan melalui LCD, semangat mereka semakin kuat melihat para artis dan orang-orang terkenal yang ada di film tersebut mengomentari PKS dan perjuangan kader-kadernya..

"Sekarang kita tambah yakin PKS memang partainya para TKI dan wong cilik. Moga nasib kami jadi lebih baik dengan mendukung PKS. Mohon diinformasikan kepada kami caranya agar kami bisa ikut memilih no.8 pada bulan April nanti..." kata Hera menutup acara.



Pengirim: Muhammad Hilal N Update: 10/09/2008 Oleh: Muhammad Hilal N

Tidak ada komentar:

Pengikut