Satu regu Kepanduan pun diturunkan untuk membantu korban banjir bandang ini. “Bersama warga, kami juga membangun tanggul sementara di desa Banyu Urip, untuk meghalau kalau terjadi banjir susulan,” lanjutnya.
PK-Sejahtera Online: Menjelang perayaan Hari Raya ‘idul Fitri, 4 kecamatan yang ada di wilayah kabupaten Tanggamus, Propinsi Lampung mendapat kiriman banjir bandang yang membuat sejumlah rumah warga roboh, dan ribuan rumah lainnya terendam lumpur yang cukup tebal. Selain itu, seribuan hektar sawah yang berada di 4 kecamatan tersebut terendam air dan terancam gagal panen. Empat kecamatan tersebut adalah Kota Agung Barat, Wonosobo, Bandar Negeri Semoung dan Semaka, yang merupakan kecamatan paling barat yang ada di Tanggamus. Bahkan, ruas jembatan Siring Betik yang merupakan jalan penghubung menuju Lampung Barat dan Bengkulu ambrol yang menyebabkan jalur ini menjadi lumpuh.
Banjir bandang itu sendiri terjadi mulai sekitar pukul 5.30 WIB pagi hari yang berlangsung hingga beberapa jam. “Untung saja pagi hari pak, kalau malam nggak tau dah nasib kita,” terang salah seorang warga Kampung Bayur, desa Negara Batin kecamatan Kota Agung Barat.
Di tempat ini, tidak tersisa satu rumahpun yang tak tersentuh banjir yang disertai lumpur setinggi pinggang orang dewasa ini. Bahkan 5 rumah warga mengalami rusak yang cukup parah.
“Banda kami pada kanyut pak, termasuk kue lebaran yang baru saja selesai dibuat,”lanjutnya lagi.
Hal serupa terjadi di Desa Banyu Urip, akibat luapan air dari Way Siring Betik, membuat daerah ini terendam lumpur dan tiga rumah diantaranya mengalami kerusakan yang cukup serius. Hal serupa terjadi di kecamatan Bandar Negeri Semoung, akibat luapan dari way Semaka, mengakibatkan desa Gunug Doh terendam air yang cukup parah.
Di kecamatan Semaka, luapan sungai way Semaka merendam 3 desa yang berada tak jauh dari sungai tersebut dan menyebabkan daerah ini terendam lumpur yang menyebabakan aktifitas warga menjadi lumpuh. “Karena jalan utama yang merupakan jalan penghubung juga terkena lumpur sehingga sulit dilalui kendaraan,” terang So’imun, warga setempat.
Sementara itu, DPD PKS Tanggamus langsung bergerak beberapa jam setelah kejadian menuju lokasi bencana untuk membantu korban dan menyalurkan bantuan.
“Setelah mendapatkan kabar dari pengurus kami yang ada di kecamatan ini (wonosobo-red), kami langsung bergerak meninjau lokasi dan memeberikan bantuan,” terang H. Ibnu Nizar, ketua DPD PKS Tanggamus didampingi sekretaris umumnya, Heni Susilo di lokasi kejadian.
Satu regu Kepanduan pun diturunkan untuk membantu korban banjir bandang ini. “Bersama warga, kami juga membangun tanggul sementara di desa Banyu Urip, untuk meghalau kalau terjadi banjir susulan,” lanjutnya. Ibnu juga menambahkan bahwa aksi sosial ini dilakukan selama dua hari dengan mengunjungi titik-titik yang tertimpa musibah (andri).
Pengirim: Ningsih Update: 05/10/2008 Oleh: Ningsih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar