Kamis, 23 Oktober 2008

Pilkada Kota Makasar Suka Duka Tim Pemenangan Halim-Jafar

Kadang mereka hanya tidur saat sedang berada di dalam kendaraan menuju tempat sosialisasi kandidat. Sering pula mereka tertidur di kursi saat mendampingi kandidat berbincang-bincang dengan warga.


PK-Sejahtera Online: Sisa beberapa hari lagi pemilihan Wali Kota Makassar akan digelar. Kerja mesin politik tujuh pasang kandidat semakin kencang. Malam hari mereka menggelar rapat untuk mempersiapkan aksi besok. Siang hari mereka membantu sosialisasi kandidat. Kadang mereka hanya tidur saat sedang berada di dalam kendaraan menuju tempat sosialisasi kandidat. Sering pula mereka tertidur di kursi saat mendampingi kandidat berbincang-bincang dengan warga. Tidak jarang tim pemenangan lebih sibuk dari kandidat. Dan memang begitulah seharusnya tim pemenangan yang solid dan berkinerja baik. Jika kandidat akan datang ke suatu tempat, mereka harus sudah lebih dulu tiba, mereka biasanya disebut tim advance, yang memastikan segala sesuatunya telah siap. Saat kandidat sudah pergi mereka masih harus tinggal menyelesaikan urusan yang tersisa.


Ketika kita melihat kandidat berorasi di atas panggung dengan gagah, kita tidak menyadari jika itu semua hasil kerja tim pemenangan, hasil kerja keras fisik dan otaknya. Siapakah orang-orang yang berada di belakang pasangan calon Halim dan Jafat? Siapa yang mendukung setiap aktivitas mereka, siap yang mengurus tiap detail agenda-agenda, siapa yang membantu menyusun visi-misi tiap pasangan. Setiap pasangan calon membutuhkan orang-orang hebat yang dapat membantu menyukseskan tiap langkah mereka.

Jika menengok ke kantor tim pemenangan pasangan Halim-Jafar, kita akan melihat kesibukan yang semuanya dikendalikan anak muda. Usia mereka rata-rata di bawah 35 tahun. Usia yang masih muda untuk pekerjaan yang penuh tantangan. Sebutlah beberapa nama sebagai contoh. Master Campaign Halim-Jafar, Muhammad Taslim, masih berusia 34 tahun. Jubir Halim-Jafar, Mudzakkir Ali berusia 31 tahun, koordinator protokoler Muhammad Khaerul berusia 27 tahun. Sedangkan tim media Halim-Jafar seluruhnya berusia di bawah 30 tahun. Bahkan salah seorang reporter lapangan Halim-Jafar masih berusia 19 tahun.

Mereka inilah yang senantiasa membuat berita dan foto dan mengabadikannya dalam sejumlah blog dan website milik Halim dan Jafar. Tim logistik Halim-Jafar juga dimotori Rusdi yang baru menginjak usia 26 tahun. Merekalah pemuda-pemuda yang mencurahkan waktu dan tenaganya untuk melakukan sebuah perubahan. Pemuda-pemuda yang di antara aktivitas rutinnya meluangkan waktu untuk melakukan sebuah pekerjaan besar.


Tak jarang ada tim pemenangan yang terburu-buru izin meninggalkan rapat karena harus mengikuti ujian di kampusnya. Selesai ujian mereka tidak kembali ke rumah mereka melainkan langsung kembali menyelesaikan tugasnya. Ada juga tim pemenangan yang datang dengan permintaan maaf karena terlambat melaksanakan tugasnya karena baru saja menyelesaikan pekerjaan di kantornya.

Tidak sedikit di antara mereka yang mengurangi waktu bersama keluarga untuk membantu perjuangan Halim dan Jafar. Mereka sama dengan manusia yang lain, yakni punya aktivitas rutin baik untuk mencari nafkah demi keluarga maupun kuliah demi masa depan. Mereka tetap harus bekerja di luar, sebab mereka tidak mencari nafkah dengan menjadi tim pemenangan Halim-Jafar. (pks sulsel)



Pengirim: Ningsih Update: 22/10/2008 Oleh: Ningsih

Tidak ada komentar:

Pengikut