Kamis, 09 Oktober 2008

Program “Bangun Deso” Belum Efektif

Anggota Dewan dari Fraksi PKS tersebut menghawatirkan kondisi ini akan mengancam keberlangsungan dunia pertanian di Jawa Tengah. “ Dunia pertanian kita perlu disentuh oleh tangan muda dan kreatif agar tidak hanya jadi, bidang pengisi hari tua,”lanjutnya.


PK-Sejahtera Online: Visi “Balik Ndeso Bangun Deso” yang ditawarkan oleh Gubernur Bibit Waluyo ternyata beum banyak dilirik oleh masyarakat, terbukti dimasa arus balik lebaran tahun 2008 ini diperkirakan sebanyak 13.000 penduduk Jawa Tengah Urbanisasi ke Jakarta dan sekitarnya.

Menurut Wakil Ketua Komisi B (komisi perekonomian) DPRD Jawa Tengah Muh Haris, SS hal ini disebabkan belum ada terobosan yang dirasakan oleh Gubernur baru dalam menahan arus urbanisasi. “Belum ada terobosan yang berarti, semua berjalan seperti biasa wajar jika mereka yang tidak dapat bekerja didesa memutuskan pergi kekota, kalau tidak segera ada perubahan kebijakan bisa jadi “balik Ndeso” akan gagal, wong yang didesa saja malah pergi,”terangnya.

Besarnya jumlah kaum Urban ini menurut Haris juga disebabkan besarnya angka pengangguran terbuka yang mencapai 1,36 juta jiwa. “jumlah ini belum ditambah dengan besaran pengangguran tertutup yang jumlahnya lebih besar, belum lagi besaran UMR di desa yang masih jauh dari kelayakan,’tambahnya.

Banyaknya jumlah Urban yang sebagian besar merupakan masyarakat dengan kelompok umur yang masih produktif ini akan berpengaruh terhadap produktifitas ekonomi di Jawa Tengah.”mereka yang urban berumur antara 18 sampai dengan 40 tahun, yang bisa produktif pergi, yang tinggal di desa adalah para bapak-bapak, loncatan produktifitas perekonomian yang kita harapkan pasti akan terganggu,”lanjutnya.

Anggota Dewan dari Fraksi PKS tersebut menghawatirkan kondisi ini akan mengancam keberlangsungan dunia pertanian di Jawa Tengah. Saat ini terdapat 3,25 juta potensi lahan pertanian yang terdiri dari lahan sawah 995,446 rib ha dan lahan bukan sawah sebesar 2,25 juta Ha yang perlu digarap oleh masyarakat yang berada dalam usia produktif. “ Dunia pertanian kita perlu disentuh oleh tangan muda dan kreatif agar tidak hanya jadi, bidang pengisi hari tua,”lanjutnya.

Haris berharap dalam setahun kedepan Gubernur harus mampu memberikan program yang menarik bagi masyarakat agar bkan hanya mau bertahan didesa namun juga ada yang mau balik ndesa. (hadi)


Pengirim: Ningsih Update: 08/10/2008 Oleh: Ningsih

Tidak ada komentar:

Pengikut